Cermati Pup Bayi

Bagi Ibu yang baru saja memiliki bayi, tentu banyak hal baru yang ditemui, yang terkadang membuat Ibu cemas dan bertanya-tanya. Dari warna dan pola pup bayi Ibu dapat diketahui apakah bayi Ibu normal atau mengalami masalah.

Pup bayi Ibu akan mengalami banyak perubahan selama beberapa bulan pertama, terutama saat Ibu mulai mengenalkan makanan padat. Namun perubahan yang paling terlihat adalah saat beberapa minggu pertama hidupnya.

Sekitar 24 jam setelah lahir, bayi akan pup atau buang air besar. Warnanya hitam kehijau-hijauan. Ini adalah mekonium atau kotoran pertamanya.

Mekonium adalah cairan ketuban yang tertelan bayi saat masih dalam kandungan. Kotoran tersebut berada di ususnya sejak 3 bulan sebelum ia dilahirkan. Setelah pup pertamanya itu, selanjutnya kotoran bayi akan berubah-ubah. Jangan takut jika pup bayi berubah-ubah karena pergerakan saluran cernanya. Ini sangatlah normal pada bayi. Pupnya akan berubah seiring dengan apa yang dimakannya dan dengan semakin berkembangnya bayi diiringi pertumbuhan bakteri normal usus.

Beda minum, beda warna kotoran. Sebenarnya, mekonium akan makin cepat terdesak keluar dari perut bayi jika ia disusui. Ini karena ASI yang pertama kali keluar selepas melahirkan, merangsang beroperasinya sistem pencernaan. Setelah itu, kotoran bayi akan berubah secara bertahap.

  • Beberapa hari setelah lahir, kotorannya berwarna hijau atau kuning. Ini adalah transisi antara mekonium dan kotoran hasil mengonsumsi ASI.
  • Minum ASI atau susu botol? Begitu bayi minum ASI secara teratur, kotorannya akan berwarna kuning cerah, baunya agak sedikit asam, dan bentuknya mirip butiran beras. Wajar bila dalam minggu-minggu pertama, bayi sering pup, terutama setelah kenyang menyusu. ASI memang lebih mudah dicerna, sehingga gampang dikeluarkan. Jika berbentuk mirip butiran beras, lembek seperti pasta, warna kuning cerah dan bau agak asam, ini biasanya merupakan kotoran yang dihasilkan setelah bayi mengonsumsi ASI secara teratur.Sebagai catatan, bayi yang diberi ASI akan buang air besar minimal 10 kali dalam sehari. Jadi, jangan keliru menganggap ini sebagai diare. Sedangkan kotoran bayi yang minum susu formula akan berwarna kuning pucat atau kuning kecokelatan, berbau asam agak tajam. Bentuknya juga lebih padat dibandingkan bayi yang diberi ASI. Maklumlah, namanya juga susu sapi, jadi tidak gampang dicerna seperti halnya ASI.
  • Frekuensi pola pup bayi yang mengkonsumsi ASI Ekslusif adalah : bisa 10x sehari pada hari ke 2 sampai hari ke 7 kelahiran, 2 sampai 6x sehari pada hari ke 8 sampai ke 21, 4x sehari sampai 4 hari sekali setelah berumur lebih dari 3 minggu. Sedangkan bayi yang mengkonsumsi susu formula bisa setiap hati tetapi keras sehingga bayi terlihat seperti sembelit.
  • Setelah mengonsumsi makanan padat, warna kotoran bayi akan beda lagi. Biasanya sih, kotorannya berwarna cokelat
  • Berbentuk cairan berwarna hijau atau kuning. Biasanya ini merupakan kotoran transisi antaramekonium dan kotoran yang terbentuk dari “sampah” ASI. Kotoran seperti ini keluar selama beberapa hari setelah bayi lahir.
  • Berbentuk cair, tanpa disertai ampas, dan berwarna hijau. Ini merupakan penampilan kotoran yang menandakan bahwa bayi mengalami diare.
  • Berbentuk bulat-bulat seperti kotoran kambing, padat dan keras, berwarna kehitaman. Ini merupakan penampilan kotoran yang menandakan bayi mengalami sembelit.
  • Jika warnanya berubah menjadi warna merah darah, mungkin saja ada perdarahan dekat saluran anus. Akan tetapi, perhatikan juga bahwa warna merah bisa saja karena pengaruh obat dan pewarna makanan. Segera kontak dokter anak jika itu terjadi, karena mereka bisa memberitahu Ibu apakah benar ada darah di dalam pup bayi.
  • Ibu boleh khawatir terhadap si bayi jika mendapatkan pupnya berwarna putih pucat untuk beberapa saat karena bisa saja ini merupakan tanda adanya gangguan dari liver. Jika warna pup berubah menjadi hitam seperti ter, bisa saja mengarah adanya perdarahan saluran cerna bagian atas di mana darah sudah berubah menjadi warna hitam seiring pup berjalan sepanjang saluran cerna menuju ke bawah. 
  • Kalau tiba-tiba pup bayi berubah bentuk dan warna disertai reaksi menangis dan rewel, Anda perlu memberi perhatian ekstra. Terutama, beri perhatian pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi yang bisa mempengaruhi komposisi gizi dalam ASI yang Anda produksi.
dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s