Vagina Kering Setelah Melahirkan?

Setelah bayi lahir, pasangan biasanya dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga enam minggu pemeriksaan medis. Namun, banyak orang yang tidak mengindahkan saran ini — penelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa 40% hingga 60% pasangan tidak mau menunggu selama itu untuk mulai bercinta lagi. Seberapa lamakah waktu yang cukup aman untuk mulai berhubungan seksual setelah melahirkan?“Jika si ibu tidak menjalani episiotomi (operasi pelebaran vagina) atau operasi Cesar, tidak masalah untuk memulai aktivitas seksual sesegera mungkin setelah melahirkan, meskipun akan terdapat sejumlah cairan vagina yang keluar selama kurang lebih 1 minggu. Hal tersebut sangat bervariasi dan hal tersebut sangat tergantung kepada pasangan untuk memutuskan,” demikian kata Dr. Hetherington.“Jika terjadi operasi Cesar, wanita bisa berhubungan seksual kembali dalam waktu satu atau dua minggu. Secara teoritis, episiotomi akan sembuh dalam waktu tiga minggu, namun saya mendapati bahwa wanita masih merasa sakit saat berhubungan seksual setelah empat bulan.” Pada kenyataannya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa setahun setelah melahirkan, 16% wanita yang melahirkan lewat vagina dan menjalani episiotomi masih sakit saat persetubuhan.

Wanita yang menyusui juga sering mengeluh karena persetubuhan menjadi menyakitkan. Alasannya:Menyusui mengurangi tingkat estrogen dalam tubuh yang berfungsi menstimulasi lubrikasi vagina. Hal tersebut menyebabkan vagina kering dan sensitif terhadap sentuhan. Situasi ini akan membaik begitu bayi disapih.

Vagina kering adalah kondisi medis yang mana vagina tidak dapat menghasilkan lendir pelumas yang cukup.Meskipun bukan kondisi yang serius atau mengancam jiwa, kekeringan vagina bisa menyakitkan dan menyebabkan peningkatan risiko infeksi saluran kencing.
Infeksi saluran kencing dapat mengakibatkan komplikasi lain, seperti infertilitas (ketidaksuburan) dan kehamilan ektopik (di luar kandungan).
Biasanya vagina yang kering dan sakit saat berhubungan intim terjadi akibat kurangnya cairan vagina. Hal tersebut bisa menyebabkan disfungsi seksual dan seringkali dialami ibu usia 40 – 59 tahun, namun juga bisa dialami ibu muda.
Penyebabnya adalah penurunan kadar hormon esterogen saat memasuki masa perimenopause atau menopause, stress tinggi (ini yang biasa terjadi pada ibu pasca bersalin), juga adanya penyakit di vagina dan sekitarnya. Selain menyebabkan sakit ketika berhubungan seks, vagina kering juga dapat menyebabkan sakit saat melakukan kegiatan rutin seperti berdiri, duduk, berolahraga atau buang air kecil.Gejalanya seperti nyeri terbakar atau menyebabkan gatal. Bibir vagina mungkin menjadi lebih tipis atau perubahan dalam bentuknya, cairan vagina dapat berubah warna atau memiliki sedikit bau.
Segera ke dokter agar dapat diperiksa dan diobati. Untuk sementara, lakukan beberapa cara berikut:
  1. Banyak minum, minimal 8 gelas/hari.
  2. Hindari sabun dan detergen yang dapat mengiritasi daerah selaput lendir (mukosa) vagina. Pilih yang non-kimia.
  3. Diet seimbang antara lemak dan karbohidrat, agar produksi hormon esterogen cukup.
  4. Minum multivitamin dan suplemen mineral.
  5. Pemakaian cairan lubrikan. Saat ini aman digunakan di daerah mukosa vagina yang sensitif dan dapat dipakai dalam jangka waktu lama.
  6. Konsumsi herbal mengandung isoflavon untuk mengatasi ketidakseimbangan hormonal.
Stres tinggi pada ibu baru melahirkan memang dapat mencetuskan ketidaknyamanan ini. Tapi jangan biarkan ini berlarut-larut. Periksakan ke dokter untuk mengobatinya.
dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s