Pulih Kembali Setelah Melahirkan

Selama 9 bulan, tubuh Anda membesar guna menyediakan ‘rumah pertama’ bagi bayi. Jadi jangan heran kalau butuh waktu lama untuk kembali ke kondisi normal. Namun, Bunda tak perlu cemas! Ikuti tip lengkap untuk mencapai kondisi pasca melahirkan.

Tak salah bila Anda mendambakan tubuh kembali nyaman, bebas keluhan, sperti sebelum hamil. Sayangnya, meski kehamilan telah usai, keluhan lain muncul setelah melahirkan dan memulihkannya tak semudah menjentikkan jari. Otot perut terasa kendur, punggung nyeri, dan muncul garis strech marks di sana-sini. Semua itu memang datang ”satu paket” dengan pengalaman menakjubkan melahirkan bayi.

  • Mulas. Rahim sedang membersihkan diri untuk mengurangi infeksi dan perdarahan lanjutan.Pada awal masa menyusui, umumnya Anda mengalami kontraksi yang dirangsang hormon oksitosin, yakni hormon yang juga merangsang terjadinya pengaliran ASI, akan membantu proses sebelum dihuni bayi. Saat ini rahim Anda sedang membersihkan dirinya sendiri untuk mengurangi resiko infeksi dan perdarahan lanjutan. Atasi dengan:
  1. Susui bayi secara teratur pada minggu-minggu pertama. Kian banyak oksitosin dilepaskan, kian cepat proses pengerutan rahim. Rasa sakit juga lebih cepat lenyap.
  2. Konsultasi ke dokter jika Anda merasa sangat tidak nyaman. Mungkin dokter akan memberi pil pereda sakit yang aman bagi ibu menyusui.
  3. Pijat perlahan perut bagian bawah (daerah rahim), untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin.
  • Punggung sakit. Otot-otot tubuh masih lemah dan Anda juga akan merasa tidak nyaman pada daerah bahu dan leher.Keluhan ini disebabkan otot-otot tubuh yang masih lemah, serta tambahan aktivitas yang membebani tubuh, misalnya menggendong bayi ke mana-mana. Anda mungkin juga merasa tidak nyaman pada daerah bahu dan leher.Pulihkan punggung dengan:
  1. Susui bayi dalam posisi tubuh tegak atau punggung lurus.
  2. Hindari mengangkat benda berat, seperti bak mandi bayi atau barang belanjaan.
  3. Minta pasangan memijat punggung Anda dengan lembut.
  4. Tempelkan handuk hangat atau jemur punggung Anda di pagi hari.
  5. Temui fisoterapis atau personal trainer, jika perlu. Tanyakan jenis latihan fisik yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi nyeri punggung.
  6. Kuatkan otot perut dengan latihan ringan. Otot perut yang lebih kuat akan membantu meredakan nyeri punggung
  7. Hindari pekerjaan yang membuat punggung sering membungkuk, selama masa pemulihan
  • Demam. Waspadai terjadinya infeksi pasca persalinan, hubungi dokter jika temperatur tubuh lebih dari 39°C.Kemungkinan seorang wanita mengalami infeksi pasca persalinan memang kurang dari 3%. Namun, amat penting untuk mewaspadai segala perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Segera hubungi dokter apabila temperatur tubuh Anda meningkat, lebih dari 39ºC.Turunkan demam dengan:
  1. Banyak minum air putih.
  2. Minum parasetamol jika demam lebih dari 38º C.
  3. Jaga bekas jahitan persalinan Anda tetap bersih dan kering. Jika bekas luka tampak memerah dan terasa nyeri serta panas seperti terbakar, segera ke dokter.
  • Muncul 4L. Anda akan merasa lesu, lelah, letih dan lemah.Pasca kehamilan dan melahirkan, tubuh Anda berjuang keras untuk menyesuaikan diri dengan kondisi “tidak hamil” kembali. Aktivitas merawat bayi pun butuh energi yang tidak sedikit. Anda juga tidak akan bisa tidur seleluasa ketika sedang hamil. Akibatnya muncul 4L: elasu, lelah, letih dan lemah.Atasi 4L dengan:
  1. Perhatikan kebutuhan Anda untuk mendapatkan istirahat, kebutuhan gizi, serta stimulasi yang cukup yang cukup setiap hari selain Anda memperhatikan kebutuhan bayi. Ikutlah tidur ketika bayi terlelap. Delegasikan berbagai pekerjaan rumah tangga. Juga, jangan pernah menolak uluran bantuan dari siapa pun.
  2. Olahraga ringan juga bisa membantu memerangi rasa lemas dan memompa kembali semangat Anda.
  • Dipersulit Sembelit. Bila Anda mengalami sembelit selagi hamil, kemungkinan besar akan berlanjut setelah melahirkan.Bila Anda mengalami sembelit selagi hamil, kemungkinan besar keluhan itu akan berlanjut setelah melahirkan. Terutama bagi Anda yang menjalani operasi Caesar: menenggak obat pereda sakit, bekas sayatan operasi yang terasa nyeri, serta proses operasi itus endiri, punya andil dalam terganggungnya sistem pencernaan Anda.Hilangkan sembelit dengan:
  1. Cukup minum air: juga, perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  2. Mulai berolahraga, begitu fisik Anda mulai pulih.
  3. Pijatan lembut pada area perut searah jarum jam juga bisa membantu mengurangi sembelit.
  4. HIndari minum obat pencahar, terutama bagi Anda yang sedang menyusui.
  • Susah buang air kecil karena  pembengkakan di sekitar kandung kemih dan saluran kemih.Susah buang air kecil paska persalinan disebabkan pembengkakan jaringan di sekitar kandung kemih dan saluran kemih. Kemungkinan Anda mengalaminya meningkat bila kuran janin besar sehingga menyulitkan proses kelahiran, atau Anda sempat menggunakan bius epidural.Agar lancar buang air kecil:
  1. Terapkan relaksasi pada otot-otot Anda dengan cara bernapas pelan-pelan ketika sedang berada di toilet. Bersamaan dengan itu, basuh pula area bawah perut dan kemaluan dengan air hangat.
  2. Minum banyak cairan.
  • ’Banjir’ cairan nifas. Selama beberapa hari pertama. Cairan nifas akan keluar deras, lalu berangsur surut hingga lenyap sama sekali.Selama beberapa hari pertama, darah nifas atau lokia akan keluar deras, lalu berangsur-angsur surut hingga lenyap sama sekali pada minggu ke-4 atau ke-6 setelah persalinan. Warnanya pun akan berubah dari merah terang, merah kecokelatan hingga akhirnya putih kekuningan. Nyaman saat ‘banjir’ cairan nifas:
  1. Gunakan pembalut khusus untuk menampung darah nifas. Jangan kenakan tampon. Pasalnya, tubuh Anda masih berada dalam tahap penyembuhan sehingga vagina rentan infeksi dan harus dijaga kebersihannya.
  2. Beritahu dokter bila baru darah yang keluar beda dengan darah menstruasi Anda biasanya. Juga, apabila keluarnya lokia yang menyebabkan rasa panas atau gatal pada vagina.
  • Otot perut kendur. Ketika hamil otot perut dalam kondisi relaks dan meregang.Ketika hamil, otot-otot perut dalam kondisi relaks dan siap meregang. Meski Anda rajin berolahraga, baik selama hamil maupun seteleh melahirkan, otot perut Anda sekarang tidak akan bisa sekencang dulu.Kencangkan otot dengan:
  1. Olahraga adalah cara terbaik menguatkan otot perut. Sebelum mulai berlatih, konsultasikan dengan dokter, jenis olahraga apa yang tepat bagi Anda. Terlebih, bila Anda merasakan keluhan sakit pada punggung.
  2. Jika melahirkan secara normal, biasanya Anda sudah boleh berolahraga pada minggu ke-3 dan ke-4 setelah melahirkan. Bila menjalani pembedahan, tunda olahraga hingga minggu ke-6.
  • Payudara nyeri. Biasanya terjadi karena pemberian ASI tidak lancar.Pada hari ketiga setelah persalinan, sejumlah ibu mengeluh payudara mereka terasa penuh dan kencang. Jika proses pemberian ASI tidak lancar atau posisi menyusui keliru, puting payudara juga bisa retak dan terasa nyeri.Redakan nyeri payudara dengan:
  1. Susui bayi secara teratur dalam posisi yang benar dan Anda berdua merasa nyaman. Jika perlu, bicarakan pada konsultan laktasi. Bayi adalah “alat” terbaik untuk meredakan nyeri payudara.
  2. Berendam atau mandi air hangat dan membiarkan ASI mengalir secara alami juga bisa membantu meredakan sakit payudara.
  3. Perah ASI lalu simpan ketika payudara mulai penuh sementara bayi belum lapar. Berikan ASI perah ketika bayi lapar dan bunda jauh darinya.
  • Badan montok. Tubuh montok diperlukan sebagai bahan produksi ASI serta cadangan energi.Dibanding sebelum hamil, kini pinggul Anda lebih lebar, paha menebal, dan lingkar pinggang bertambah. Santai saja, bunda. Sebab, tubuh montok itu diperlukan sebagai bahan produksi ASI serta sumber cadangan energi ketika Anda mengasuh bayi.Upaya ramping:
  1. Mulai berolahraga secara teratur supaya berat badan relaks berkurang. Guna mendapatkan program latihan yang tepat, ada baiknya Anda berkonsultasi pada dokter spesialis olahraga atau personal trainer.
  2. Menyusui bayi juga bisa mempercepat turunnya bobot tubuh.
  3. Hindari diet ekstra ketat, terutama bila masih menyusui. Aktivitas merawat bayi membutuhkan energi ekstra besar.
  • Hadapi ”kejutan kecil” yakni strech mark, berkeringat, dan vagina kering.Strech marks. Tanda garis serupa kulit jeruk ini muncul akibat terkoyaknya jaringan di dalam kulit yang kurang elastis, selama tubuh Anda membesar. Strech marks menurun secara generatif. Jadi, jika ibu Anda memilikinya besar kemungkinan Anda akan mengalami hal serupa. Seiring waktu, warna strech marks memudar. Mengoleskan krim khusus selagi hamil dan setelah bersalin bisa emmbantu mengurangi munculnya strech marks.Berkeringat. Tubuh Anda kini tak lagi memerlukan cairan tambahan seperti ketika hamil dulu. Karenanya, tubuh pun melakukan mekanisme pelepasan cairan ekstra dengan berkeringat, terutama ketika Anda menyusui. Menandai pelepasan cairan, dalam waktu beberapa hari wajah Anda akan tampak lebih tirus. Kaki dan tangan pun tak lagi terlihat menggembung. Dan siapa tahu, sepatu Anda yang dulu sesak, kini bisa Anda gunakan lagi. Vagina kering. Penyebabnya perubahan hormon yangterjadi ketika Anda menyusui. Enam minggu setelah melahirkan adalah rentang waktu yang dianjurkan sebelum Anda dapat melakukan hubungan intin dengan pasangan. Meski begitu, ad apula waktu lebih lama atau lebih cepat hingga dirinya betul-betul siap secara fisik dan emosional. Jika perlu, gunakan cairan pelumas vagina.

sumber dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s