Mendengkur

Penelitian yang diketuai oleh Dr.Naresh Punjabi, dari John Hopkins University School of Medicine, Baltimore, AS., menunjukkan sleep apnea meningkatkan risiko kematian dini pada orang dewasa dan orang tua. Hal ini terjadi karena penderita sleep apnea mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga bisa terjadi henti napas. Tanda sleep apnea yang paling mudah dikenali adalah tidur mendengkur.

Gangguan “henti napas saat tidur” atau sleep apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut dan tekanan darah. Ketika serangan datang tersebut, penderita apnea mengalami kesulitan bernapas bahkan berhenti bernapas saat tidur. Kematian seketika dapat terjadi ketika fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi.

Sayangnya orang-orang yang menderita masalah ini biasanya tidak menyadarinya. Kebanyakan pasien tidak mengingat bagaimana “perjuangan” mereka untuk bernapas setiap malam. Gejala-gejala yang dirasakan saat bangun berhubungan pada masalah tidur.

Hal tersebut disebabkan karena adanya hambatan / sumbatan aliran udara pada saat kita bernafas. Banyak faktor yang menyebabkannya, mulai dari daerah rongga hidung, rongga tenggorokkan, rongga mulut dan rongga kerongkongan / pernafasan.

GANGGUAN NAPAS SAAT TIDUR
Gangguan  napas saat tidur memiliki gambaran karakteristik yang bervariasi, mulai dari snoring/ mendengkur yang paling ringan hingga obstructive sleep apnea (OSA) yang mengancam jiwa. Pemahaman tentang obstruksi jalan napas atas telah mengalami perkembangan yang pesat dalam tiga dekade terakhir. Terdapat tiga sindrom yang berhubungan dengan obstruksi jalan napas atas, yaitu :

  1. Sindrom resisten saluran napas atas (Upper Airway Resistance Syndrome=UARS),
  2. Obstructive Sleep Hypopnea Syndrome (OSHS),
  3. Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS).

Ketiga sindrom tersebut memiliki persamaan gejala, yaitu rasa kantuk berlebihan di siang hari akibat obstruksi jalan napas atas yang berulang dan merupakan suatu kelanjutan dari proses penyakit yang didasarkan atas derajat obstruksi jalan napas. Obstruksi jalan napas parsial awalnya digambarkan dengan mendengkur, yang kemudian menjadi UARS, menjadi OSHS, dan akhirnya OSAS. Dua keadaan terakhir ini digabungkan menjadi obstructive sleep apnea hypopnea syndrome (OSA/HS).

Apnea adalah berhentinya ventilasi selama 10 detik atau lebih, hingga menyebabkan kondisi terjaga. Sedangkan hipopnea adalah berkurangnya aliran napas yang berhubungan dengan desaturasi oksihemoglobin, yang dapat menyebabkan terjaga dari tidur.

Apakah anda merupakan seorang yang bekerja di dalam sebuah kantor dan selalu berada dalam kantor seharian? Bila hal ini benar, anda perlu untuk meluangkan waktu untuk berjalan-jalan untuk menghirup udara segar. Hal ini perlu, karena diketahui bahwa duduk terlalu lama terutama pada siang hari menurut penelitian mampu membuat seseorang mendengkur ketika tengah tertidur.

Direktur Toronto Research Institute’s Sleep Research Laboratory, Douglas Bradley membuktikan bahwa salah satu pemicu gangguan tidur di malam adalah duduk terlalu lama. Kondisi ini terutama dialami oleh pekerja kantoran yang jarang meninggalkan kursinya dalam waktu lama.

Dalam penelitiannya, Bradley mengungkap bahwa duduk dalam waktu lama memicu penumpukan cairan di kaki. Saat merebahkan badan untuk tidur pada malam harinya, cairan itu bergerak ke leher dan menyebabkan pembengkakan dan menekan jaringan di saluran napas.

Otot-otot dan jaringan lain di sekitar saluran napas mengembang akibat ada penumpukan cairan, lalu membuat saluran udara menjadi lebih sempit. Saluran yang menyempit saat tidur menyebabkan getaran ketika dilalui udara dan memicu suara dengkuran.

Selain menyebabkan tidur jadi mendengkur, penyempitan saluran udara juga bisa membuat saluran napas tersetumbat dan memicu henti napas sesaat atau sleep anpea. Terhentinya pernapasan membuat orang sering terbangun, sehingga secara umum kualitas tidurnya berkurang.

Bagi yang pekerjaannya menuntut untuk berada di kantor dan duduk seharian di meja kerja, Bradley menyarankan untuk sekali waktu beranjak dari meja kerja. Sekedar menyusuri lorong atau pergi ke toilet bisa jadi alternatif bila di kantornya tidak ada taman untuk jalan-jalan.

Apabila memang tidak memungkinkan untuk jalan-jalan, Bradley memberi solusi dengan menggunakan stocking. Dikutip dari New York Post, Selasa (15/3/2011), stocking yang ketat akan mencegah terjadinya penumpukan cairan di kaki ketika duduk dalam waktu yang lama.

Sebagian besar pria pasti mendengkur pada saat tidur. Gangguan tidur ini menyebabkan dapat merusak kehidupan seksual pria. Apakah ada cara untuk menghentikan kebiasaan mendengkur? Sebenarnya kebiasaan mendengkur ini dapat dihentikan jika pria mau melakukan cara dibawah ini.

Orang yang mendengkur biasanya akan mengeluarkan suara serak, mendesis dan mendengus saat bernapas selama tidur. Gangguan tidur ini dilaporkan akan mengalami kesulitan melakukan foreplay.

Peneliti mengungkapkan bahwa pria yang berhenti mendengkur punya manfaat bagus yakni bisa membantu kehidupan seksualnya karena meningkatkan kekuatan ereksi.

“Semua jaringan di tubuh butuh oksigen agar bisa menjadi sehat dan jaringan penis termasuk salah satu yang sangat sensitif. Ketika seseorang mendengkur maka kondisi ini akan merampas oksigen yang dibutuhkan oleh penis,” ujar Dr J. Stephen Jones, MD, FACS seorang urologis dari Cleveland Clinic, seperti dikutip dari Menshealth Senin (31/1/2011).

Kurangnya asupan oksigen yang diterima akan membuat tubuh menjadi tidak sehat yang salah satunya mempengaruhi kemampuan ereksi seseorang. Karena itu jika seseorang bisa menghentikan gangguan tidur ini, maka ia akan mampu meningkatkan kemampuan ereksinya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan mendengkur ini yaitu:

1. Tidur menyamping
Orang akan cenderung mendengkur ketika tidur telentang (kepala menghadap atas), sedangkan tidur tengkurap (kepala menghadap bawah) akan membuat leher dan napas tersiksa selama tidur. Cobalah untuk tidur menyamping untuk menghentikan gangguan tidur ini.

2. Kurangi berat badan
Kelebihan berat badan terutama di bagian leher akan memberikan tekanan pada sistem pernapasan. Kondisi ini menyebabkan seseorang mendengkur saat tidur.

3. Hindari alkohol dan obat tidur
Alkohol dan obat tidur dapat menekan sistem saraf pusat serta relaksasi otot-otot leher dan rahang yang membuat orang lebih mungkin mendengkur. Kedua zat ini juga dikenal menyebabkan gangguan tidur sleep apnea, yaitu kondisi berbahaya yang dikaitkan dengan penyakit jantung.

4. Meninggikan kepala
Tidur dengan kepala ditinggikan mungkin akan melepaskan beberapa tekanan pada sistem pernapasan, sehingga bernapas terasa lebih mudah. Angkat kepala tempat tidur dengan menempatkan balok kayu di bawah tempat tidur atau menopang tubuh bagian atas dengan bantal (bukan hanya kepala, karena itu justru bisa menghambat pernapasan).

5. Berhenti merokok
Merokok dapat membahayakan sistem pernapasan yang akhirnya dapat membuat orang mendengkur.

6. Berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari.
Pada pagi hari, sinar matahari masih baik untuk kita dalam proses pembentukan vitamin D, yang tak hanya baik untuk kulitdan tulang tapi juga bisa mengurangi dengkuran saat tidur. Otot manusia juga butuh vitamin D untuk dapat bekerja dengan optimal. Tak terkecuali otot-otot pernapasan yang melemah pada orang-orang dengan gangguan tidur suka mendengkur.

Melemahnya otot-otot pernapasan membuat rongga udara menyempit sehingga bergetar ketika dilalui udara. Getaran itu menimbulkan bunyi dengkuran, yang tak hanya mengganggu pasangan tidur tetapi juga berbahaya karena bisa memicu henti napas hingga 400 kali dalam semalam.

Kegemukan selama ini disebut-sebut sebagai salah satu faktor pemicu dengkuran, meski penyebab sesungguhnya tidak diketahui. Melemahnya otot-otot di sekitar tenggorokan merupakan penyebab lain yang diharapkan bisa diatasi lewat pemberian suplemen vitamin D.

Sinar matahari memang bukan sumber vitamin D, sehingga tidak memberikan manfaat secara langsung dalam mengatasi dengkuran. Namun sinar matahari sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan vitamin D, yang diolah dari provitamin D dalam makanan sehari-hari.

Beberapa makanan yang merupakan sumber utama vitamin D maupun provitamin D antara lain ikan salmon, bayam, kedelai dan jus jeruk. Susu dan berbagai produk olahannya seperti keju dan yoghurt juga termasuk sumber utama vitamin D yang mudah ditemui sehari-hari.

Untuk membuktikan manfaat vitamin D bagi otot, para peneliti kini tengah melakukan uji klinis terhadap 80 pasien dengan keluhan sering mendengkur. Selama kurang lebih 32 hari, sebagian pasien akan diberikan suplemen vitamin D dan sebagian lainnya diberikan plasebo.

dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s