mitos kehamilan, percaya atau tidak ?

Menjadi Ibu hamil untuk pertama kalinya ? tentu akan adaq banyak hal atau pendapat yang dikemukakan keluarga atau orang-sekitar. Banyak mitos tentang kehamilan yang tentunya akan membuat Ibu baru menjai bingung, karena terkadang tidak beralasan atau berkaitan sama sekali. Berikut beberapa artikel yang mungkin bisa membantu Ibu memahami berbagai mitos yang dipercayai oleh kalangan umumūüôā semoga bermanfaat!

8 Mitos Salah Tentang Kehamilan

Ibu hamil sering ‘dikepung’ berbagai anjuran, pantangan dan banyak kata ‘konon.’ Jangan bingung, apalagi mudah terpengaruh karena semua belum tentu benar.

1. Mitos: Jangan pengumuman hamil sebelum lewat 3 bulan.
Anda justru harus sgera mengabarkan berita gembira ini. Anda tak perlu menyembunyikan kehamilan Anda, terutama kepad asahabat, atasan serta rekan-rekan kerja di kantor. Sebab bisa saja di tengah meeting pagi hari, Anda tiba-tiba diserang rasa mual dan harus berkali-kali ke toilet. Apabila orang-orang di sekeliling mengetahui kondisi Anda, mereka dapat memberi dukungan mental serta bantuan kepada Anda. Nasihat untuk merahasiakan kehamilan tersebut bisa jadi mengingat pada rentang 3 bulan pertama, kemungkinan untuk terjadi keguguran masih cukup besar.

2. Mitos: Jenis kelamin dapat ditentukan dari bentuk perut dan ‚Äėsinar‚Äô ibu.
Banyak anggapan kalu bentuk perut calon bunda mancung maka janin yang dikandung pasti laki-laki. Sebaliknya kalau melebar, janinnya perempuan. Padahal jenis kelamin janin hanya ditentukan dengan melalui pemeriksaan USG. Demikian pula denyut jantung janin tidak dapat dijadikan ‚Äėalat bantu‚Äô untuk menentukan jenis kelamin. Anggapan denyut hantung janin cepat berarti laki-laki perempuan dan jika lamat artinya laki-laki, adalah salah. Yang benar: denyut jantung janin berfluktuasi setiap saat sejalan dengan usia kehamilan. Tentang penampilan yang ‚Äėbersinar‚Äô saat hamil bukan pertanda janin perempuan. Meski bayi Anda laki-laki, Anda etap akan terlihat cantik dan ‚Äėbersinar‚Äô begitu memasuki trimester ke-2. Itu karena Anda sudah mulai menikmati kehamilan. Kadar hormon yang mulai stabil akan membuat nafsu makan kembali. Sirkulasi darah ke arah janin pun lancar.

3. Mitos: Anda harus makan dengan porsi untuk 2 orang.
Untuk tetap sehat dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi janin, tubuh Anda hanya butuh tambahan 300 kalori setiap hari. Atau tambahan makan sebanyak seperempat porsi makan Anda dalam keadaan normal. Cukup itu saja.

4. Mitos: Makanan ikut menentukan warna kulit janin.
Konon, ibu hamil yang mengonsumsi makanan mengandung zat besi, warna kulit bayinya akan gelap. Padahal, Anda sangat membutuhkan zat besi, karena produksi sel-sel darah meningkat. Kekurangan zat besi akan berisiko mengalami anemia. Warna kulit bayi ditentukan oleh factor genetik yang Anda dan pasangan wariskan, bukan oleh makanan.

5. Mitos: Kalau mengangkat tangan di atas kepala, janin bisa terlilit tali pusat.
Sekitar 20-25% bayi memang memiliki kemungkinan lahir terlilit tali pusat. Ada yang terlilit di leher, ada juga yang di kaki. Kemungkinan ini sama sekali tidak berkaitan dengan gerakan tangan si ibu. Janin dengan tal pusat yang panjang, lebih dari satu meter, beresiko lebih besar untuk terlilit dibandingkan yang tali pusatnya hanya 32-80 cm. apalagi, kalau janin tersebut tergolong aktif bergerak, jungkir balikk di dalam kantung ketuban.

6. Mitos: Posisi tidur menentukan cara bersalin.
Memang benar ada anjuran para tetua agar ibu hamil tidur dengan posisi tertentu. Misalnya, menghadap altar atau kiblat, arah matahari terbit, dan lainnya. Tujuannya ada yang berharap agar bayi berjenis kelamin tertentu atau kelak dapat melahirkan secara alami. Apapun posisi tidur Anda, selama itu nyaman, sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, ketika usia kandungan memasuki trimester akhir, dokter akan menyarankan tidur dengan posisi miring ke kiri. Paling tidak, tidurlah dengan posisi ini selama 10 menit, 2 kali sehari agar pembuluh darah utama tidak tertekan oleh janin yang sudah besar, sehingga mengganggu aliran darah. Sesederhana itu saja alasannya.

7. Mitos: Supaya bayi cepat lahir, makan yang pedas-pedas.
Saluran pencernaan dan saluran untk melahirkan tentu saja berbeda. Terllau banyak makanan yang pedas pasti akan membuat perut teras mulas. Namun, ini jelas bukan mulas yang meuncul menjelang persalinan. Mulas kerena kepedasan hanya akan mendorong Anda untuk buang air besar. Mitos ini serupa dengan mitos yang menyarankan untuk minum minyak kelapa supaya cepat melahirkan.

8. Mitos: Lebih baik episiotomi dari pada robek sendiri.
Ini berkaitan dengan perobekan perinemun (daerah antara vagina dan anus) pada saat bersalin secara alami. Bisa dilakukan penguntingan (episiotomi), bisa juga dibiarkan robek sendiri secara alami. Apabila perineum robek secara alami biasanya robekannya hanya sedikit dan tidak mencapai lapisan otot. Robekan ini umumnya sembuh lebih cepat daripada diguntying. Karena kadangkala episiotomi dapat mencapai lapisn otot, sehingga lukanya lebih lama sembuh.

sumber dari sini

9 Mitos ‘Ajaib’ Seputar Kehamilan

Mitos 1: Bentuk Perut Penanda Jenis Kelamin Bayi
Konon bentuk perut maju atau arah perut membuncit ke atas menandakan bayi dalam kandungan adalah bayi laki-laki. Sedangkan perut melebar atau bentuk perut rendah bayi Anda perempuan. Faktanya, tidak ada bukti akurat 1005 dari mitos ini. Jadi, bagaimanapun ukuran, bentuk, dan arah perut, yang utama adalah bayi dalam kandungan Anda harus dijaga, dirawat, dan dikasihi.

Mitos 2: Noda Tanda Lahir Akibat Kopi
Anda tahu, minum satu-dua cangkir kopi sehari selama kehamilan tidak akan merusak kesehatan kulit Anda. Bila Anda memilih untuk jadi peminum latte pun tidak ada hubungannya dengan tanda lahir pada bayi Anda kelak.

Mitos 3: Angkat Tangan dan Bayimu Tercekik!
Ada yang bilang, jika ibu mengangkat lengan sampai melewati kepala ketika hamil, maka bayi akan terjerat tali pusar. Ini tidak masuk akal. Rahim Anda kan tidak terkait dengan tangan, bayi terlilit tali pusar bukan karena Anda mengangkat tangan. Konsultasikan kondisi kehamilan pada dokter.

Mitos 4: Bayi Perempuan Mencuri Cantiknya Ibu
KOnon, bayi perempuan menyebabkan kulit snag ibu terganggu -wajah berjerawat, kulit iritasi, arena sang putri kecil mencuri kecantikan Anda. Faktanya, akibat pertumbuhan janin mungkin saja kulit mengalami kekeringan akibat panas dalam atau gangguan hormonal. Tapi kulit kering tak bisa dipakai sebagai indikasi jenis kelamin bayi Anda. Balurkan krim pelembab pada tubuh. Untuk melihat jenis kelamin bayi, lakukan USG.

Mitos 5: Lihat Jelek, Jadi Jelek
Bila Anda bertemu orang buruk rupa, atau hal yang mengerikan pada saat Anda hamil, Anda ditakut-takuti kelak sang bayi akan lahir dalam kondisi yang tak indah. Jangan hiraukan, itu tidak akan terjadi. Bagaimanapun, bayi Anda adalah pangeran paling tampan dan puteri cantik buah hati Anda.

Mitos 6: Melahirkan Saat Bulan Purnama, Lebih Mudah!
Mungkin Anda pernah dengar banyak ibu melakukan persalinan, bahkan sampai memaksa, untuk melahirkan saat bulan berbentuk bulat bundar penuh. Salah satu rumah sakit di Cina bahkan sengaja menugaskan paramedis di ruang bersalin pada bulan purnama. Padahal, hasil beberapa riset menyatakan: tidak ada bukti logis yang bisa mendukung mitos ini.

Mitos 7: Suka Makanan Asam = Bayi Laki-Laki
Saat Anda ngidam cokelat, banyak yang ‘menuduh’ bayi Anda perempuan. Minta dibelikan mangga muda, pertanda minta dibelikan baju bayi laki-laki. Nanti dulu! Tak ada jaminan medis apapun yang menyatakan bahwa ngidam rasa tertentu bisa menentukan jenis kelamin bayi.

Mitos 8: Panas dalam, Tanda Bayi Berambut
Jika saat hamil Anda menderta panas dalam luar biasa, belum tentu bayi Anda akan lahir dengan kepala licin tak berambut. Panas dalam merupakan gejala yang biasa dalam kehamilan, terutama di trimester akhir ketika janin menekan organ tubuh bundanya.

Mitos 9: Tak Percaya, Maka Celaka
Banyak nasihat disampaikan pada Anda dnegan bumbu, “Kalau tidak percaya, nanti kamu celaka.” Begini saja, ucapkan terimakasih pada orang yang bersedia meluangkan waktu memberi nasehat pada Anda, betapapun Anda jengkel dan merasa terganggu atas nasihat tak masuk akalnya itu. Tapi yakinlah, hidup, mati, untung dan celaka seseorang telah diatur oleh Tuhan.

sumber dari sini

Pesan di Balik Mitos Kehamilan

Jangan antipati dulu terhadap beberapa mitos dan tabu seputar kehamilan. Temukan pesan di baliknya.

Mitos Konon katanya… Padahal…
Jangan makan  sambal Bayi botak. Cabe  bukan penyebab kebotakan. Namun, penting mengurangi pedas agar tidak diare.
Jangan makan  nanas dan jeruk Menyebabkan  keputihan, keguguran, meningkatkan lender di paru-paru dan bayi kuning. Nanas dan jeruk  kaya vitamin C, serta, membantu penyerapan zat besi, dan menurunkan risiko  infeksi dan prematuritas. Tapi bila berlebih (lebih dari 1000 mg/hari) mencetus maag dan batu ginjal jika Anda sensitif.
Jangan potong  rambut Memotong jalan  lahir bayi. Terpotongnya  rambut ibu tidak menstimulasi bayi berada pada posisi yang salah saat      dilahirkan. Pesan mitos ini adalah agar ibu meningkatkan kewaspadaan agar  bersalin normal.
Mengangkat tangan Bayi tercekik. Tidak ada  hubungan sama sekali antara ibu mengangkat tangan dengan bayi tercekik.
Jangan  menyiksa/membunuh binatang Bayi akan  menyerupai hewan yang disiksa/dibunuh. Pesan moralnya, perilaku anak dipengaruhi lingkungan terdekatnya. Anda dan suami diimbau  untuk mengendalikan emosi agar tidak menjadi contoh buruk bagi anak.
Duduk/berdiri di ambang pintu Mengakibatkan  kelahiran Caesar. Duduk/berdiri di ambang pintu menghalangi orang lewat, mencetus masuk angin dan kedinginan, sebab  ambang pintu adalah tempat lalu lalang angin.
Hindari  berhubungan intim pada trimester pertama Menyebabkan  keguguran. Belum ada penilitian, jika kehamilan sehat, hubungan seks dilakukan hati-hati, tidak menyakitkan, dan tetap nyaman, silahkan saja.
Jauhi  makanan/minuman warna gelap Bayi hitam. Warna kulit bayi  ditentukan  faktor genetik orang tuanya.
USG berbahaya  bagi ibu dan janin Keguguran, janin  cacat. Pemeriksaan USG  tidak membahayakan ibu dan janin, sebab energi mekanik dari gelombang suara  20.000 Hz menyebar dan kadarnya hanya 0-1%. Gelombang suara USG baru  berakibat negatif bila dipakai 400 kali.
Jangan menjahit  malam-malam Bayi berbibir  sumbing. Bibir sumbing  disebabkan gizi ibu yang  buruk. Pesan sebenarnya, cahaya di malam hari yang  kurang terang, memperbesar risiko Anda tertusuk jarum.

2 thoughts on “mitos kehamilan, percaya atau tidak ?

    • hah?emang sih paling ganteng dia :*
      sebenerna ngidam Adam Levine n siap nongton konsernah..tapi tapi tapi mengingat kondisi jadi batal wkwkkw alihkan mengidam sakti saja deh *winkwink*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s