Bangkitkan Seks Paska Persalinan

Lama diparkir, mesin mobil bisa dingin. Begitu juga kegiatan bercinta bila kelamaan vakum di masa nifas. Yuk, hangatkan! Jangan sampai paska bersalin, membuat ranjang Anda dan suami  betul-betul jadi dingin.  Tempuh cara-cara cara agar Anda dan pasangan nyaman dan bahagia.

  • Ubah pandangan negatif. Itu karena, pandangan negatif terhadap diri sendiri akan mengganggu aktivitas seksual. Padahal, suami Anda sudah maklum, kok, terhadap perubahan-perubahan fisik isterinya. Kebanyakan suami justeru tidak terlalu fokus pada bentuk tubuh isteri saat berhubungan intim. Yang membuat mereka terangsang adalah kenyamanan dan antusiasme isteri. Yang belum banyak terungkap, kebanyakan suami justeru malah mengagumi  tubuh istri pasca bersalin.  Bokong dan payudara lebih berisi, di mata suami, lebih seksi!
  • Menerima situasi. Ibu pasca bersalin  sebaiknya dapat menerima kenyataan bahwa hampir setiap perempuan pasca-bersalin mengalami risiko penurunan hasrat seksual  – akibat faktor hormonal, kelelahan fisik, dan psikologis. Dengan menerima kondisi, Anda bisa berdamai dengan sendiri dan terbuka terhadap upaya-upaya untuk mengembalikan gairah.
  • Membaca bersama. Jika suami terlihat tidak mau tahu pada apa yang sedang Anda hadapi, bantu dia untuk memahami  bahwa perubahan hasrat seksual pasca bersalin itu normal dan biasa terjadi.  Ajak suami  membaca buku-buku kehamilan dan persalinan bersama, agar dia mengerti bahwa ada fase-fase yang harus dilalui ibu baru, sebelum menemukan kembali hasrat seksualnya.
  • Mengatasi Cemas. Jika Anda mengalami trauma persalinan, misalnya karena perdarahan atau takut hamil lagi,  sehingga tidak ingin berhubungan intim, komunikasikan hal itu pada suami. Jalan keluar yang bisa ditempuh, misalnya menggunakan alat kontrasepsi atau mengggunakan jeli pelumas untuk lubrikasi pada vagina dan sebagainya.
  • Perpanjang foreplay. Camkan, bahwa aktivitas seksual bukan hanya intercourse. Mengobrol, berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, petting, necking (menyentuh daerah-daerah sensitif) juga merupakan aktivitas seksual.
  • Tempuhlah teknik-teknik lain dalam hubungan seksual, agar Anda dan suami merasa puas.
  • Mencari waktu berdua. Ketika bayi sudah tidur, carilah waktu untuk berdua dengan suami. Bangun romantisme lewat pergi berdua atau mengulang kembali kencan semasa pacaran.
  • Delegasikan tugas. Pengasuhan bayi memang tugas ibu. Namun, jangan terobsesi untuk menjadi superwoman dengan mengambil alih semua tugas pengasuhan. Jika bisa mendelegasikan tugas-tugas pengasuhan anak kepada pengasuh, serahkan kepada mereka agar  Anda bisa istirahat.
  • Mencoba posisi. Posisi hubungan intim mungkin tidak terlalu berpengaruh bagi Anda. Namun, banyak wanita yang mengatakan bahwa  woman on top adalah posisi paling nyaman bagi wanita pasca bersalin, sebab dalam posisi ini, kontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi berada di tangan  Anda.

Jika payudara terasa sakit saat disentuh, karena Anda masih menyusui, katakan pada suami untuk tidak melakukannya.

sumber dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s